Gunung Slamet adalah gunung berapi kerucut/stratovolcano aktif tipe A yang berdiri tunggal di antara lima kabupaten — Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes — dan merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah serta tertinggi kedua di Pulau Jawa setelah Semeru. Gunung ini dikenal memiliki suhu rata-rata paling dingin di Pulau Jawa, curah hujan sangat tinggi, empat kawah di puncak dengan Kawah IV yang masih aktif, dan letusan terakhir tercatat pada Maret–September 2014. Medannya dikenal sulit, hampir di sepanjang rute pendakian tidak ditemukan air, dan kabutnya pekat serta mudah berubah-ubah.
Data lokasi ini diriset dari sumber resmi dan tepercaya (lihat Sumber Riset pada kartu Data Umum). Bidang yang belum terverifikasi sengaja kami kosongkan — dan rute publik di halaman ini hanya berasal dari kontribusi komunitas yang lolos tinjauan moderator.
| Nama resmi | Gunung Slamet |
| Jenis | Gunung |
| Elevasi | 3.432 M dpl |
| Provinsi | Jawa Tengah |
| Kabupaten | Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal & Brebes |
| Wilayah | Jawa |
| Koordinat | -7.24°, 109.21° |
Sumber data: GeoNames via WorldMeasure & Wikipedia, diakses 2026
Sumber riset: id.wikipedia.org · en.wikipedia.org · gunungbagging.com · regional.espos.id · bisik.id · mounture.com · banyumasekspres.id · seputarbanyumas.com · alltrails.com · commons.wikimedia.org
| Kesulitan | Berat |
| Titik awal | Desa Bambangan, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga (jalur timur, jalur paling populer) |
| Basecamp | Basecamp Bambangan, Desa Kutabawa/Bambangan, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga |
| Durasi | Umumnya minimal 2 hari 1 malam — Gunung Bagging menyebut semua jalurnya panjang dan pendaki perlu setidaknya satu malam di gunung; via Bambangan sekitar 6–8 jam hingga Pos 7 (lokasi berkemah di bawah batas vegetasi), sedangkan via Baturraden 10–12 jam hanya untuk naik karena titik awalnya rendah |
| Jarak tempuh | Sekitar 13,5 km pulang-pergi via Bambangan (AllTrails mencatat panjang jalur 8,4 mil, out & back) |
| Musim terbaik | Musim kemarau, sekitar April–September (periode terpopuler menurut AllTrails; menurut Wikipedia musim hujan umumnya berlangsung November–April dan Slamet termasuk daerah dengan curah hujan tahunan tertinggi di Indonesia, 8.134 mm per tahun) |
| Perizinan / SIMAKSI | Registrasi dilakukan di basecamp resmi: pendaki mendaftar dan membayar biaya kecil di bangunan registrasi di ujung jalan Bambangan (Gunung Bagging), dan basecamp resmi berfungsi untuk registrasi identitas, pengecekan logistik dan perlengkapan, serta briefing keselamatan. Khusus via Baturraden Lestari saat pembukaan kembali Juni 2026, pendaki wajib membawa kartu identitas dan surat keterangan sehat dari dokter, dan pendakian solo tidak diperkenankan (pendaki tunggal harus bergabung dengan rombongan lain atau memakai pemandu/porter lokal). |
| Kuota | Saat dibuka kembali 10 Juni 2026, pengelola menerapkan pembatasan kuota khusus untuk jalur Bambangan dengan rencana jumlah pendaki 700–900 orang, disesuaikan akumulasi pendaki yang naik dan turun setiap hari (pernyataan Supervisor Site Gunung Slamet Perhutani, dikutip Bisik.id, 10 Juni 2026) |
Jalur berikut terverifikasi dari sumber resmi dan tepercaya. Selalu cek status keamanan terbaru sebelum berangkat — jalur dapat ditutup sewaktu-waktu.
Rute di halaman ini adalah jejak nyata kontribusi pendaki yang lolos tinjauan moderator — bukan garis karangan. Buka pratinjau 3D-nya, atau unduh GPX-nya setelah masuk.
Jadilah yang pertama membagikan rute Gunung Slamet — rute yang lolos moderasi tampil di sini, lengkap dengan profil elevasi dan pratinjau 3D.
Lihat Rute KomunitasDi aplikasi JEJAKRUTE, unduh data medan Gunung Slamet sebelum berangkat — sesudah itu navigasi berjalan tanpa sinyal.
Satu aplikasi untuk semua gunung di katalog — gratis, tanpa iklan.
Wikipedia mencatat pendakian Slamet dikenal cukup sulit karena hampir di sepanjang rute tidak ditemukan air, sehingga pendaki disarankan membawa persediaan air yang cukup dari bawah; di jalur Bambangan, sumber air yang biasa diandalkan hanyalah aliran kecil sekitar dua menit dari Pos 5 Samyang Rangkah.
Gunung Bagging memperingatkan kawasan kawah Slamet hampir selalu dipenuhi gas beracun dari fumarol aktif dan telah sering menyebabkan korban jiwa; punggungan puncak relatif aman, tetapi jangan berkemah di area puncak dan patuhi batas radius aman serta batas Pos 9/Pelawangan selama status Level II (Waspada).
Suhu puncak Slamet umumnya 0–5 °C pada malam hingga dini hari dan dapat turun di bawah titik beku pada musim kemarau; kabutnya sangat mudah berubah-ubah dan pekat, dan gunung ini termasuk daerah terbasah di Indonesia, sehingga jaket hangat, jas hujan, sarung tangan, dan lampu kepala (headlamp) sangat diperlukan menurut Wikipedia dan Gunung Bagging.