Kepulauan Derawan adalah gugusan sekitar 31 pulau di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, yang menghadap Laut Sulawesi, dengan empat pulau paling dikenal yaitu Derawan, Maratua, Sangalaki, dan Kakaban. Kawasan ini merupakan bagian dari Segitiga Karang dengan ekosistem terumbu karang, padang lamun, dan mangrove, serta habitat penyu hijau, penyu sisik, pari manta, duyung, dan lumba-lumba. Kepulauan ini masuk daftar tentatif UNESCO sejak 2005 dan tampil di bagian belakang uang kertas Rp20.000.
Data lokasi ini diriset dari sumber resmi dan tepercaya (lihat Sumber Riset pada kartu Data Umum). Bidang yang belum terverifikasi sengaja kami kosongkan — dan rute publik di halaman ini hanya berasal dari kontribusi komunitas yang lolos tinjauan moderator.
| Nama resmi | Kepulauan Derawan |
| Jenis | Wisata Alam |
| Elevasi | — dpl |
| Provinsi | Kalimantan Timur |
| Kabupaten | Kabupaten Berau |
| Wilayah | Kalimantan |
| Koordinat | 2.28°, 118.24° |
Sumber data: Wikipedia bahasa Indonesia (Pulau Derawan) & Wikipedia bahasa Inggris (Derawan Islands), diakses 2026
Sumber riset: id.wikipedia.org · en.wikipedia.org · indonesia.travel · wwf.id · beraukab.go.id · jadesta.kemenparekraf.go.id · radarberau.com · indonesiajuara.asia · natmed.id
| Titik awal | Pelabuhan Tanjung Batu, Kabupaten Berau — dicapai dengan perjalanan darat sekitar 2,5 jam dari Bandara Kalimarau di Tanjung Redeb, lalu speedboat sekitar 30–45 menit ke Pulau Derawan |
| Basecamp | Pulau Derawan, dengan penginapan dan resor yang tersebar di pinggir pantai; basis lain yang juga dihuni adalah Pulau Maratua |
| Durasi | Umumnya 3–4 hari, dalam paket lazim 3 hari 2 malam hingga 4 hari 3 malam untuk island hopping ke Derawan, Maratua, Kakaban, dan Sangalaki |
| Musim terbaik | Musim kemarau April–Oktober, saat cuaca cenderung cerah dan ombak relatif tenang untuk snorkeling dan menyelam; beberapa panduan menyebut April–Juni dan Oktober–Desember sebagai periode gelombang paling tenang |
| Tiket & izin masuk | Kawasan ini adalah Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) Kepulauan Derawan dan Perairan Sekitarnya yang ditetapkan melalui Kepmen KP No. 87/KEPMEN-KP/2016 dan dikelola Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Pulau Derawan sendiri disebut tanpa tiket masuk khusus, sedangkan Danau Kakaban tercantum bertiket Rp30.000/orang di Jadesta Kemenparekraf; biaya masuk pulau lain umumnya dibayar di lokasi atau sudah termasuk paket operator |
Jalur berikut terverifikasi dari sumber resmi dan tepercaya. Selalu cek status keamanan terbaru sebelum berangkat — jalur dapat ditutup sewaktu-waktu.
Rute di halaman ini adalah jejak nyata kontribusi pendaki yang lolos tinjauan moderator — bukan garis karangan. Buka pratinjau 3D-nya, atau unduh GPX-nya setelah masuk.
Jadilah yang pertama membagikan rute Kepulauan Derawan — rute yang lolos moderasi tampil di sini, lengkap dengan profil elevasi dan pratinjau 3D.
Lihat Rute KomunitasDi aplikasi JEJAKRUTE, unduh data medan Kepulauan Derawan sebelum berangkat — sesudah itu navigasi berjalan tanpa sinyal.
Satu aplikasi untuk semua gunung di katalog — gratis, tanpa iklan.
Menurut Jadesta Kemenparekraf: cuci bersih semua peralatan sebelum masuk danau, dilarang memakai krim tabir surya atau anti-nyamuk, dilarang memakai sepatu katak dan menyelam SCUBA, berenang perlahan tanpa mengusik ubur-ubur, dan jangan membawa benda atau makhluk hidup masuk atau keluar danau.
Fasilitas ATM di Pulau Derawan sangat terbatas menurut beberapa panduan perjalanan dan Wikitravel; siapkan uang tunai sejak di Berau/Tanjung Redeb untuk speedboat, tiket pulau, makan, dan sewa alat snorkeling.
Itinerary antarpulau dapat berubah mengikuti keadaan cuaca di laut dan keputusan kapten kapal demi keselamatan, sehingga jangan menjadwalkan penerbangan pulang terlalu mepet dengan penyeberangan terakhir dari Tanjung Batu.