Danau Kakaban adalah danau air payau prasejarah di tengah atol Pulau Kakaban, Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, yang terbentuk dari air laut yang terperangkap lalu bercampur air tanah dan air hujan. Danau yang dikelilingi mangrove ini menjadi habitat empat jenis ubur-ubur yang tidak dapat menyengat manusia — antara lain ubur-ubur emas, ubur-ubur bulan, ubur-ubur kotak kecil, dan ubur-ubur terbalik — sebuah keunikan yang di dunia terutama disandingkan dengan danau ubur-ubur di Palau, Mikronesia. Nama Kakaban dalam bahasa daerah berarti 'memeluk', merujuk pada pulau yang seolah memeluk danau dari air laut di sekitarnya.
Data lokasi ini diriset dari sumber resmi dan tepercaya (lihat Sumber Riset pada kartu Data Umum). Bidang yang belum terverifikasi sengaja kami kosongkan — dan rute publik di halaman ini hanya berasal dari kontribusi komunitas yang lolos tinjauan moderator.
| Nama resmi | Danau Kakaban |
| Jenis | Danau |
| Elevasi | — dpl |
| Provinsi | Kalimantan Timur |
| Kabupaten | Kabupaten Berau |
| Wilayah | Kalimantan |
| Koordinat | 2.15°, 118.53° |
Sumber data: Wikipedia bahasa Indonesia (Pulau Kakaban), diakses 2026
Sumber riset: id.wikipedia.org · id.wikipedia.org · en.wikipedia.org · jadesta.kemenparekraf.go.id · wwf.id · natmed.id · jnewsonline.com · indonesiajuara.asia · mevin.id · indonesiajuara.asia
| Titik awal | Dermaga Pulau Kakaban |
| Basecamp | Pulau Derawan atau Pulau Maratua — Pulau Kakaban tidak berpenghuni dan umumnya dikunjungi sebagai perjalanan harian, wisatawan menginap di pulau-pulau sekitar Kepulauan Derawan |
| Jarak tempuh | Sekitar 300 meter tangga/jalur kayu dari dermaga Pulau Kakaban ke tepi danau menurut WWF Indonesia; Wikipedia Inggris menyebut danau sekitar 10 menit berjalan kaki dari pantai |
| Musim terbaik | Musim kemarau April–Oktober, saat curah hujan lebih rendah dan laut lebih tenang menurut panduan wisata Derawan |
| Tiket & izin masuk | Jadesta Kemenparekraf mencantumkan tiket masuk Rp30.000/orang dan jam buka 08.00–16.00. Aturan di danau: cuci bersih peralatan sebelum masuk, dilarang memakai krim tabir surya atau anti-nyamuk, masuk hanya lewat dermaga utama, dilarang memakai sepatu katak dan menyelam SCUBA, dilarang membawa benda/makhluk hidup masuk atau keluar danau |
Jalur berikut terverifikasi dari sumber resmi dan tepercaya. Selalu cek status keamanan terbaru sebelum berangkat — jalur dapat ditutup sewaktu-waktu.
Rute di halaman ini adalah jejak nyata kontribusi pendaki yang lolos tinjauan moderator — bukan garis karangan. Buka pratinjau 3D-nya, atau unduh GPX-nya setelah masuk.
Jadilah yang pertama membagikan rute Danau Kakaban (Pulau Kakaban) — rute yang lolos moderasi tampil di sini, lengkap dengan profil elevasi dan pratinjau 3D.
Lihat Rute KomunitasDi aplikasi JEJAKRUTE, unduh data medan Danau Kakaban (Pulau Kakaban) sebelum berangkat — sesudah itu navigasi berjalan tanpa sinyal.
Satu aplikasi untuk semua gunung di katalog — gratis, tanpa iklan.
Jadesta melarang krim tabir surya dan anti-nyamuk di Kakaban, dan uji laboratorium yang dikutip laporan Juni 2025 menemukan bahan kimia sunscreen berkontribusi pada turunnya populasi ubur-ubur. Cuci juga semua peralatan sebelum masuk ke danau.
Bila renang kembali diizinkan, bergeraklah perlahan tanpa mengusik ubur-ubur; dilarang memakai sepatu katak, melompat ke danau, dan menyelam SCUBA karena dapat melukai biota dan merusak ekosistem danau yang tertutup.
Pulau Kakaban tidak berpenghuni, jadi siapkan bekal makan dan minum dari Pulau Derawan/Maratua, serta pantau cuaca dan kondisi ombak perjalanan perahu sebelum berangkat; kunjungan paling nyaman pada musim kemarau April–Oktober.