Gunung Papandayan adalah gunung api stratovolcano kompleks di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, sekitar 70 km tenggara Kota Bandung, yang terakhir meletus pada November–Desember 2002. Kawasan Taman Wisata Alam-nya dikenal dengan kompleks kawah aktif Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk, Hutan Mati berisi batang cantigi yang mati akibat erupsi 2002, serta area berkemah Pondok Saladah dan padang edelweis Tegal Alun. Jalur wisata utamanya relatif landai dan populer bagi pendaki pemula, dengan titik awal kendaraan yang sudah berada di ketinggian lebih dari 2.000 mdpl.
Data lokasi ini diriset dari sumber resmi dan tepercaya (lihat Sumber Riset pada kartu Data Umum). Bidang yang belum terverifikasi sengaja kami kosongkan — dan rute publik di halaman ini hanya berasal dari kontribusi komunitas yang lolos tinjauan moderator.
| Nama resmi | Gunung Papandayan |
| Jenis | Gunung |
| Elevasi | 2.665 M dpl |
| Provinsi | Jawa Barat |
| Kabupaten | Kabupaten Garut |
| Wilayah | Jawa |
| Koordinat | -7.33°, 107.74° |
Sumber data: Wikipedia bahasa Indonesia & OpenStreetMap via Mapcarta, diakses 2026
Sumber riset: id.wikipedia.org · en.wikipedia.org · gunungbagging.com · geologi.esdm.go.id · validnews.id · mounture.com · pamitliburan.com · travelandleisureasia.com · alltrails.com
| Kesulitan | Mudah |
| Titik awal | Gerbang Tiket TWA Gunung Papandayan, Jl. Kawah Papandayan, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut |
| Basecamp | Area parkir Camp David (2.022 mdpl) di tepi kawah aktif, TWA Gunung Papandayan, Cisurupan |
| Durasi | Area kawah dapat dijelajahi kurang dari 1 jam dari area parkir Camp David; menuju kawasan tertinggi Tegal Alun sekitar 2 jam bagi pendaki bugar, dan ke puncak sekitar 4–5 jam (Gunung Bagging; Travel + Leisure Asia) |
| Jarak tempuh | Sekitar 5 km untuk rute Hutan Mati menurut AllTrails (estimasi 2–2,5 jam); rute pendek kawah–Hutan Mati tercatat 1,49 mil (sekitar 2,4 km) di Wikiloc |
| Musim terbaik | Musim kemarau, April–Oktober: cuaca lebih stabil, jalur tidak berlumpur, dan pandangan lebih jernih; pagi hari pukul 07.00–09.00 WIB direkomendasikan sebelum kabut naik |
| Perizinan / SIMAKSI | Tiket masuk dibeli di loket gerbang TWA Gunung Papandayan. Berdasarkan PP No. 36 Tahun 2024 (berlaku sejak 30 Oktober 2024): wisatawan nusantara dewasa Rp25.000 (hari biasa) / Rp30.000 (akhir pekan-libur), pelajar Rp18.000 / Rp20.000, wisatawan mancanegara Rp200.000 / Rp300.000; biaya berkemah terpisah sekitar Rp35.000–Rp42.500 per orang per malam, di luar parkir |
Jalur berikut terverifikasi dari sumber resmi dan tepercaya. Selalu cek status keamanan terbaru sebelum berangkat — jalur dapat ditutup sewaktu-waktu.
Rute di halaman ini adalah jejak nyata kontribusi pendaki yang lolos tinjauan moderator — bukan garis karangan. Buka pratinjau 3D-nya, atau unduh GPX-nya setelah masuk.
Jadilah yang pertama membagikan rute Gunung Papandayan — rute yang lolos moderasi tampil di sini, lengkap dengan profil elevasi dan pratinjau 3D.
Lihat Rute KomunitasDi aplikasi JEJAKRUTE, unduh data medan Gunung Papandayan sebelum berangkat — sesudah itu navigasi berjalan tanpa sinyal.
Satu aplikasi untuk semua gunung di katalog — gratis, tanpa iklan.
Rekomendasi Badan Geologi/PVMBG (26 September 2026): jangan beraktivitas atau menginap dalam radius 500 meter dari kawah aktif, waspadai gas beracun yang konsentrasinya dapat meningkat tiba-tiba dan potensi longsor dinding kawah; BBKSDA meminta wisatawan hanya melintas, tidak berhenti lama di sekitar Kawah Pos 6.
Per pengumuman pengelola TWA yang diberitakan Oktober 2026, berkemah di Pondok Saladah dan Ghoeberhoet tidak diperbolehkan untuk sementara waktu sebagai langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan; berkemah dialihkan ke Landscape Brondong Camp di belakang area parkir motor.
Kunjungi pada musim kemarau April–Oktober dan mulai pagi hari (07.00–09.00 WIB) untuk visibilitas terbaik di Kawah dan Hutan Mati sebelum kabut siang naik dan kawasan ramai.