Taman Nasional Sebangau adalah taman nasional hutan rawa gambut di Kalimantan Tengah yang ditetapkan pada 19 Oktober 2004 melalui Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 423/Menhut-II/2004, terletak di antara Sungai Sebangau dan Sungai Katingan di wilayah Kabupaten Katingan, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kota Palangka Raya. Kawasan ini menjadi habitat salah satu populasi orangutan Kalimantan liar terbesar di dunia, serta owa, bekantan, beruang madu, dan macan dahan, dengan sungai berair hitam akibat tannin dari gambut. Sebangau juga berfungsi penting sebagai penyimpan karbon dan pengatur tata air.
Data lokasi ini diriset dari sumber resmi dan tepercaya (lihat Sumber Riset pada kartu Data Umum). Bidang yang belum terverifikasi sengaja kami kosongkan — dan rute publik di halaman ini hanya berasal dari kontribusi komunitas yang lolos tinjauan moderator.
| Nama resmi | Taman Nasional Sebangau |
| Jenis | Wisata Alam |
| Elevasi | — dpl |
| Provinsi | Kalimantan Tengah |
| Kabupaten | Kabupaten Katingan |
| Wilayah | Kalimantan |
| Koordinat | -2.55°, 113.83° |
Sumber data: Wikipedia (Taman Nasional Sebangau) & Profil TN Sebangau KSDAE Kemenhut, diakses 2026
Sumber riset: id.wikipedia.org · en.wikipedia.org · tnsebangau.com · tnsebangau.com · tnsebangau.com · tnsebangau.com · wonderfulindonesia.co.id · borneoreview.co · mmc.kalteng.go.id · liputankalteng.id
| Titik awal | Dermaga Kereng Bangkirai, Palangka Raya untuk Sungai Koran dan Stasiun Riset Lapangan SSI; Dermaga Baun Bango, Kecamatan Kamipang, Kabupaten Katingan untuk Punggualas |
| Basecamp | Palangka Raya |
| Durasi | Sekitar 3–4 jam untuk susur Sungai Koran; kunjungan ke Punggualas di sisi Katingan umumnya membutuhkan waktu lebih lama dan bermalam |
| Musim terbaik | Desember–Februari untuk susur sungai saat air tinggi, dan Juli–Oktober untuk trekking saat air surut, menurut situs resmi Balai Taman Nasional Sebangau |
| Tiket & izin masuk | Pengunjung wajib membawa fotokopi identitas diri (KTP/kartu pelajar/paspor/visa), membayar pungutan masuk sesuai peraturan, dan melapor kepada petugas saat datang dan kembali. SIMAKSI wajib khusus bagi peneliti dan pembuat film/video sebelum berkegiatan, berlaku paling lama 3 bulan dan dapat diperpanjang, dengan kewajiban menyertakan petugas Balai/pemandu setempat. |
Jalur berikut terverifikasi dari sumber resmi dan tepercaya. Selalu cek status keamanan terbaru sebelum berangkat — jalur dapat ditutup sewaktu-waktu.
Rute di halaman ini adalah jejak nyata kontribusi pendaki yang lolos tinjauan moderator — bukan garis karangan. Buka pratinjau 3D-nya, atau unduh GPX-nya setelah masuk.
Jadilah yang pertama membagikan rute Taman Nasional Sebangau — rute yang lolos moderasi tampil di sini, lengkap dengan profil elevasi dan pratinjau 3D.
Lihat Rute KomunitasDi aplikasi JEJAKRUTE, unduh data medan Taman Nasional Sebangau sebelum berangkat — sesudah itu navigasi berjalan tanpa sinyal.
Satu aplikasi untuk semua gunung di katalog — gratis, tanpa iklan.
Untuk susur sungai dengan perahu datanglah saat air tinggi sekitar November–April, terutama Desember–Februari; untuk trekking, musim kemarau Juli–Oktober lebih mudah karena air surut, menurut situs resmi Balai Taman Nasional Sebangau.
Menurut Balai Taman Nasional Sebangau, kelompok orangutan di Sungai Koran biasanya datang mulai sekitar pukul 15.00 dan kembali masuk hutan saat gelap, jadi rencanakan susur sungai siang hingga sore dan keluar hutan sebelum malam.
Bawa fotokopi identitas, melapor kepada petugas, dan siapkan klotok atau speed boat dari Dermaga Kereng Bangkirai atau Baun Bango karena akses utama ke dalam kawasan adalah jalur sungai, sesuai tata tertib resmi taman nasional.