Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung adalah taman nasional seluas 43.750 hektare di Sulawesi Selatan yang mencakup kawasan karst Maros-Pangkep, disebut sebagai kawasan karst terbesar kedua di dunia setelah karst di Tiongkok tenggara, dengan 286 gua termasuk gua-gua prasejarah. Kawasan ini dijuluki 'The Kingdom of Butterfly' (kerajaan kupu-kupu) oleh naturalis Inggris Alfred Russel Wallace yang mengeksplorasinya pada 1857 dan menemukan 256 spesies kupu-kupu, dan ikon wisatanya adalah Air Terjun Bantimurung setinggi sekitar 15 meter dan lebar sekitar 20 meter. Taman Wisata Alam Bantimurung di dalamnya juga memiliki Gua Mimpi, Gua Batu, Museum Kupu-Kupu, dan Helena Sky Bridge, dan dikelola secara kolaboratif oleh Balai TN Babul KLHK dan Disparpora Kabupaten Maros.
Data lokasi ini diriset dari sumber resmi dan tepercaya (lihat Sumber Riset pada kartu Data Umum). Bidang yang belum terverifikasi sengaja kami kosongkan — dan rute publik di halaman ini hanya berasal dari kontribusi komunitas yang lolos tinjauan moderator.
| Nama resmi | Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung |
| Jenis | Air Terjun |
| Elevasi | 15 M dpl |
| Provinsi | Sulawesi Selatan |
| Kabupaten | Kabupaten Maros |
| Wilayah | Sulawesi |
| Koordinat | -4.90°, 119.75° |
Sumber data: Wikipedia Bahasa Indonesia (Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung), diakses 2026
Sumber riset: id.wikipedia.org · en.wikipedia.org · notesofnomads.com · earthianos.org · wisatarakyat.com · diklatkerja.com · travels.id
| Titik awal | Gerbang utama Taman Wisata Alam Bantimurung, Lingkungan Pakalu, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan |
| Basecamp | Turikale, Kabupaten Maros (kota terdekat menurut Wikipedia); Makassar sebagai kota besar terdekat |
| Jarak tempuh | ±43 km dari pusat Kota Makassar, ±28 km dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, atau ±13 km dari pusat ibu kota Kabupaten Maros (Turikale) |
| Musim terbaik | Musim kemarau dan cuaca cerah, sekitar April–Oktober menurut satu panduan perjalanan; kupu-kupu lebih banyak dijumpai saat cuaca cerah dan pada pagi hari, sedangkan saat hujan pengunjung melaporkan hanya sedikit kupu-kupu yang terlihat |
| Tiket & izin masuk | Tiket masuk Taman Wisata Alam Bantimurung dibeli di loket gerbang: wisatawan domestik dewasa Rp30.000, anak-anak Rp20.000, wisatawan mancanegara Rp255.000 (tabel tarif Wikipedia berdasarkan PP No. 12 Tahun 2014); sub-wisata berbayar terpisah, antara lain Museum Kupu-Kupu Rp5.000 serta Penangkaran Kupu-Kupu dan Helena Sky Bridge Rp10.000–Rp15.000 pada hari biasa |
Jalur berikut terverifikasi dari sumber resmi dan tepercaya. Selalu cek status keamanan terbaru sebelum berangkat — jalur dapat ditutup sewaktu-waktu.
Rute di halaman ini adalah jejak nyata kontribusi pendaki yang lolos tinjauan moderator — bukan garis karangan. Buka pratinjau 3D-nya, atau unduh GPX-nya setelah masuk.
Jadilah yang pertama membagikan rute Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung — rute yang lolos moderasi tampil di sini, lengkap dengan profil elevasi dan pratinjau 3D.
Lihat Rute KomunitasDi aplikasi JEJAKRUTE, unduh data medan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung sebelum berangkat — sesudah itu navigasi berjalan tanpa sinyal.
Satu aplikasi untuk semua gunung di katalog — gratis, tanpa iklan.
Kupu-kupu dalam jumlah besar dilaporkan dapat ditemui pada pagi hari, dan di Danau Kassi Kebo sekitar 300 m dari air terjun kupu-kupu berkumpul di tepian pada pagi dan sore hari; kunjungan saat hujan membuat kupu-kupu sulit terlihat.
Laporan perjalanan Notes of Nomads menyarankan membawa senter sendiri untuk Gua Mimpi yang panjangnya sekitar 1 km, daripada menyewa lampu di pintu masuk gua.
Helena Sky Bridge dibatasi 5 orang secara bersamaan sekali naik sesuai prosedur pengamanan bobot maksimal, sehingga wisatawan harus antre dan memakai perlengkapan keamanan standar seperti helm dan webbing.